Berapa Banyak Pasir di Lautan, Itulah Cita-Citaku

[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Hero_Widget”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Headline_Widget”][/siteorigin_widget]

       Apa Perbedaan diantata Rencana dan Cita-cita menurut anda ? Apakah Anda berfikir kalau Rencana dan Cita-cita itu sama saja dan tidak ada bedanya ? Atau sebaliknya Rencana dan Cita-cita itu sangat berbeda.
Menurut saya dua kalimat diatas adalah sebuah pasangan yang harus selalu bebarengan. Cita-cita adalah sebuah tujuan atau sebuah keinginan yang diciptakan untuk memberi semangat dan sebuah pendirian atau keyakinan agar dapat segera mencapai apa yang diidamkam.

Semua orang yang hidup di Alam ini pasti punya Cita-cita.
Dan semua orang yang hidup di Alam ini pasti punya Rencana.
Apakah Anda salah satu diantara ini ?
Aku yakin pasti iya !!!

Banyak orang bilang Bercita-citalah setinggi langit.
Dan banyak juga orang bilang Gapailah Cita-citamu Walau setinggi langit
Coba anda amati kalimat diatas ini Bercita-citalah setinggi langit pernahkah ada menyadari kalau kalimat ini menjerumuskan anda. Coba anda sejenak mengkaji kalimat ini !. Apa yang terlintas dibenak anda ?. Bukankah kalimat ini terlalu berlebihan dan bukankah kalau Tuhan itu sangat tidak suka berlebihan.

Saya lebih suka kalau kalimat Bercita-citalah setinggi langit di ganti menjadi Bercita-citalah Sebanyak pasir dilautan.
Kenapa aku lebih suka Bercita-citalah Sebanyak pasir dilautan dari pada Bercita-citalah setinggi langit ?.

Coba anda Bayangkan anda mempunyai Cita-cita Setinggi langit dan anda bertekat mewujudkanya,

Apakah anda tau apa yg akan terjadi ditengah-tengah perjalanan Anda menuju Cita-cita ?
Apakah anda tau ada apa saja ditengah-tengah perjalanan Anda menuju Cita-cita ?
Apakah anda siap Terjatuh atau tergelincir ditengah-tengah perjalanan Anda menuju Cita-cita ?. Dan sedangkan kalau semakin kita jauh melangkah, atau semakin kita tinggi mendaki itu jugakan tidak baik buat kita.

Saya punya teman , Dia seorang Guru SMK DARUL KAROMAH. Kemarin Saya Mengajak dia makan siang disekitar daerah Lawang. Sambil makan kita ngobrol kesana kemari, makanan habis dan obrolanpun juga habis. Ketika dia terdiam aku menyuruh dia bercerita agar suasana tidak sepi, itu niat saya. tapi dia malah bertanya balik, dan pertanyaanya Simple tapi sulit aku jawab.
dia bertanya “Apa cita-citamu” dan apa targetmu tahun ini yang harus tercapai? 
Sambil tersenyum….

Tanpa berpikir aku langsung jawab Tidak punya…….
Aq tidak punya Cita-cita dan aku tidak punya target yang harus aku capai.
Secara sepontanitas juga dia bertanya
Apakah kamu normal ?
Apakah kamu Waras ?

Bergegas aku menjawab

Bahwasannya semua orang itu punya prinsip
dan setiap orang itu prinsipnya berbeda pula.
Aku menjalani hidup bukan untuk cita-cita
dan aku menjalani hidup bukan untuk sebuah target. Aku jalani hidup ini apa adanya, dengan begitu aku merasa banyak yang aku capai setiap harinya dan tanpa menunggu setahun.
itulah maksud dari kenapa aku lebih suka kalimat Bercita-citalah sebanyak pasir di Lautan Dari pada Bercita-citalah setinggi langit. (ami)

[siteorigin_widget class=”Jetpack_Top_Posts_Widget”][/siteorigin_widget]

Post Author: Ami

Ami
Pekerjaan : Swasta Hobi : Main Game Makanan : Nasi Lain2 : Cukup itu saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *