Keripik Pencegah Galau

Keripik Pisang ala Jatisari

(Malang,09/01/2018)Hai rek ketemu maneh karo KabarJatisari..

Kalian pasti tau kan dengan yang namanya pohon pisang, iya yang punya daun, batang sama  buah warnanya kuning ituloh hehe..

Sedikit cerita nih, rek. Di desa Jatisari mayoritas masyarakat menanam pohon pisang karena bukan hanya mudah perawatannya tapi cocok dengan jenis tanah disana. Dan selain itu juga, buahnya bukan hanya langsung dijual tapi sebagian masyarakat memilih untuk diolah terlebih dahulu.

Contohnya, Bu tamzia ibu rumah tangga dari desa Penjalinan, dia memilih untuk mengolah buah pisang menjadi “Keripik” Waaoow Keripik rek. Sudah beberapa tahun Bu Tamzia Mengolah buah Pisang menjadi keripik, dengan awal hanya untuk dikonsumsi sendiri akhirnya bisa dijual untuk warung dekat dekat rumahnya sendiri dan kepasar Lawang, walaupun dengan tanpa label dan P.IRT

Akhirnya dengan adanya  program PADI dari AVERROUS produk tersebut bisa diangkat untuk lebih menarik lagi, seperti mulai diajukan P.IRTnya dan juga penambahan label yang aikeching dan juga pelatihan pangan agar tahan lama dan rasa dari keripik tersebut tak berubah-ubah.

Kalian pasti pengen tahu dong gimana cara pembuatannya? Pertama pilih pisang yang cocok untuk diolah menjadi keripik, diusahakan yang tidak terlalu matang atau masih muda, kemudian  dikupaslah kulitnya dan dibersihkan sisah getahnya sampai bersih dengan air, kemudian jika sudah bersih masuk ke proses yang orang Jatisari menyebutnya yaitu masrah, bukan pasrah sama kehendak tuhan ya rek… hahaha

Jadi di proses masrah ini buah pisang diiris tipis tipis dengan alat tertentu agar bisa menjadi keripik.Setelah itu dicelupkan ke racikan bumbu cair yang bahan bahannya seperti gula, bubuk kunyit dll, didiamkan sesaat  agar bumbu meresap kedalam pipihan pisang dan setelah itu langsung masuk ke proses penggorengan, diusahakan minyak sudah panas ya rek, klau sudah panas tinggal digoreng dan jika sudah berubah warna kuning keemasan kita angkat dan tiriskan.

Nah, simple kan rek cara pembuatannya, tapi dengan cara itu ekonomi di Desa Jatisari akhirnya terangkat dan masyarakat mulai bisa berinovasi.

Sekian dulu ya rek dari Kabar Jatisari, Matursuwun

-ajjas-

 

 

Post Author: kabarjatisari

kabarjatisari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *